08 Juli 2010

Jalan - jalan ke Jogja

Kali ini kita jalan jalan ke Jogja ikut kegiatan Muktamar Muhmmadiyah ke 46 yang bertepatan dengan peringatan satu abad Muhammadiyah. Kegiatan dipusatkan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Ring road Barat Jogjakarta.Muktamar Muhammadiyah merupakan ajang 5 tahunan pengambil keputusan tertinggi di Muhammadiyah. Sehinggan pesertanya dari seluruh Indonesia sebanyak 2.750 orang.
Kalau diluar peserta biasanya disebut Penggembira yang bisa ikut kemeriahan Muktamar dengan menyaksikan agenda - agenda untuk penggembira seperti : Pentas Seni, Bazzar, Wisata Kuliner, UMY Expo dll. Karena pusat kegiatan di UMY maka penggembira biasanya langsung ke UMY. DI UMY yang menjadi target kunjungan utama adalah Gedung Sportarium yang digunakan untuk rapat pleno Muktamar dan Monumen 1 Abad Muhhamdiyah yang terletak di Depan Gedung Sportarium UMY serta Masjid KH. Akhmad Dahlan.

Selain itu di UMY juga digelar bazzaar atau Pameran Niaga Nusantara, UMY Expo, Panggung Pentas Seni dan Kampung Kuliner Nusantara.

Gedung Sportarium merupakan pertemuan (auditorium) yang dibangun khusus untuk acara Muktamar ke 46 dengan menghabiskan biaya kira - kira Rp. 35 M dan mampu menampung 3.000 orang dengan area parkir yang luas terletak di area UMY sebelah selatan. Sedangkan Monumen Satu Abad Muhammadiyah terletak didepan Gedung Sportarium . Monumen yang terbuat dari tembaga dan berbentuk satu nyala api yang menggambarkan semangat Muhammadiyah dalam satu abad.
Untuk mendapat oleh - oleh, kita coba mencari di daerah Godean (kira -kira 7 km sebelah barat Jogja) dengan makanan yang khas yaitu peyek belut. Letaknya didepan Pasar Godean dijual berjajar dipinggir jalan dalam jumlah yang banyak. Satu kilogram peyek belut dihargai Rp. 55.000,- - 60.000,-
Kalau pinter milih bisa dapat yang renyah dan baru, karena banyak pedagang yang menggoreng peyek belut sendiri. Kalau yang agak murah adalah peyek belut yang agak remuk atau patah - patah. Rasa dan aroma sama, juma bentuknya yang tidak utuh sudah patah jadi 3 - 5 bagian, harga Rp. 35.000,- per kg.
Selain peyek belut , juga ada peyek bayam. Daun bayamnya besar - besar dan renyah. Harganya Rp. 40.000,- per kg. Tetapi perkilo dapat banyak sekali karena bobotnya sangat ringan. Jadi bawanya harus hati hati karena mudah remug/hancur.



26 Juni 2010

Pameran Agrobisnis Soropadan 2010

Sudah menjadi Agenda rutin Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mengadakan Gelar Promosi Agribisnis di Kawasan Agrobisnis Soropadan Kec. Pringsurat Kab. Temanggung. Tahun iini merupakan tahun ke IV yang diadakan tanggal 24 - 28 Juni 2010 dengan mengambil tema : Mencintai Produk Petani, Mewujudkan Kesejahteraan Petani ". DIbuka oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia dan Guberbur Jawa Tengah pada hari Kamis 24 Juni 2010.
Pameran tahun ini agak berbeda dengan tahun 2009 yang tampak lebih besar, untuk tahun ini peserta tidak ada yang dari luar negeri, tetapi dari beberapa propinsi di Indonesia, Kabupaten - kabupaten di P. Jawa dan dari Kabupaten di seluruh Propinsi Jawa Tengah.
Pameran di dominasi oleh produk hortikultura seperti sayur mayur dan buah - buahan. Selain itu diikuti juga oleh produsen bibit, pupuk dan produsen olehan hasil pertanian.
Selain Pameran dalam ajang Soropadan 2010 ini juga di selenggarakan Pameran dan Bursa Komoditas Unggulan Agro, Pasar lelang Komoditas Agro, Pasar Tani, Loka Karya dan Temu Wicara, Lomba Anak - anak dan keluarga serta Pentas Seni dan Budaya. Guna menarik pengunjung juga diadakan lomba mancing, stand aneka jajanan dan makanan.
Yang selalu menarik di pameran ini adalah adanya produk yang ditanam langsung dilokasi, sehinggan pengunjung dapat melihat secara nyata varietas unggulan yang dalam pertumbuhan atau siap panen terletak dilahan seluas 3,5 ha,. Ada juga kolam ikan seluas 800 m2, dan reenhous seluas 400 m2. Sehingga pengunjung dapat memperoleh informasi dengan utuh.

Pameran Buku di Temanggung

Temanggung yang bukan merupakan kota pelajar, sangat jarang diadakan pameran Buku. Baru pada tanggal 19 - 22 Juni kemarin , Pameran Buku diadakan di Pendopo Pengayoman ALun - alun Temanggung. Di prakarsai oleh PIKATAN, Tabloid Lontar, Cendikia Mandiri, AGun Pena dan Pemerintah abupaten Temanggung bekerja sama dengan Ikatan Penerbit Indonesia Jogjakarta Pameran Buku di gelar di Temanggung.
Selain menampilkan buku - buku dari berbagai penerbiit dan berbagai tema, dalam Pameran Buku ini juga ada kegiatan pendukung alinnya , untuk meningkat kan daya tarik masyarakat, yaitu Lomba Mewarnai untuk anak - anak TK, Bedah Buku, Pelatihan " Pemberdayaan Masyarakat untuk Desa Produktif ", Seminar "Guru Pasca Sertifikasi , Sarasehan " Melirik Pendidikan Dasar di Temanggung dan Pentas seni dari beberapa regu kesenian dan beberapa TK.
Guna lebih menarik dukungan masyarakat untuk ke Pameran Buku ini , juga ditampilkan batu meteor. Batu meteor ini jatuh pada tanggal 11 Mei 2001 jam 09.00 di lereng Gunung SUmbing, yaitu di Desa WOnotirto Kec. Bulu Temanggung, yang jatuh di 3 titik. Disalahsatu titik ditemukan batu meteor sebesar kepala bayi dan dititik yang lain sebesar kelaqpan tangan orang dewasa. Untuk memperingati kejadian itu, pada tanggal 18 Pebruari 2002 pemerintah Kabupaten Temanggung mendirikan monumen di titik tumbuk batu meteor tersebut.
Dari beberapa komentar dari panitia, pengunjung agak banyak tapi belum luar biasa, hal ini karena kemungkinan hobi baca dan hobi belanja buku yang masih perlu di tingkatkan. Dari penerbit memberi pendapat bahwa di Temanggung belum laku buku buku berat , apa lagi dengan harga diatas Rp. 100.000 . Yang laku adalah buku - buku ringan seperti buku resep makanan, cara beternak lele dan juga buku anak - anak. Akan tetapi sebagai kegiatan yang baru pertama kali di Temanggung, pengunjung sudah dianggap lumayah dan perlu diadakan setiap tahun sekali.

Warung Gorengan Pagi

Jika pagi hari pingin gorengan yang komplit, di Kota Temanggung ada warung yang menyediakan dari jam 5.30 - 09.00. Letaknya di Jl. Dr. Cipto Batan ( Brojolan Timur). Dari perempatan Toko Cetak Foto Gloria ke arah timur 100 m menuju ke Padangan, menempati arean pasar darurat.

Gorengan yang disediakan lebih dari 20 macam dan harganya dari Rp. 500 - Rp. 700. Jadi cukup murah dan bervariasi. Selain gorengan juga ada lauk seperti bandeng goreng, gereh dll. Juga menyediakan bubur, ketan kincau, nasi dan janganan ( sayur) siap santap. Hanya dengan Rp. 2.000 , sudah dapat satu bungkus jangan tahu pedas.
Biasanya pelanggannya ibu - ibu yang pingin menyediakan sarapan dirumah praktis dan hemat, tinggal beli dengan modal kurang lebih Rp. 10.000 sudah bisa makan bersama dirumah. Yang mau coba , datang sendiri, karena pelanggannya banyak, kalau datang agak siang sudah tidak komplit, bahkan habis.

Arisan Dawis sumber daya sosial di Jinggan

Arisan Dasa Wisma (dawis) di RW 05 Jinggan dibagi 2 yaitu Dawis Rt 01 setiap malam minggu dan Dawis Rt. 02 setiap tanggal 1 dan 15. Keduanya dilaksanakan di Balai RW. 05 Jinggan dengan kepengurusan yang berbeda.
Dalam Arisan dawis terdapat iuran simpanan pokok, simpanan sukarela dan arisan. SImpanan pokok dan sukarela dibuka menjelang hari raya, dan bisa dipinjamkan sampai bulan puasa.

Dengan kegiatan Arisan dawis ini juga dapat dijadikan forum untuk diskusi atau informasi pembangunan dimasyarakat atau isu aktual , seperti keamanan penggunaan kompor gas, persiapan pemilu dll. Juga dengan adanya simpan pinjam dapat membantu kebutuhan keuangan yang mendesak untuk ibu-ibu.
Arisan Dawis Jinggan merupakan sumberdaya sosial yang dimiliki Kampung Jinggan yang berguna untuk memperkokoh hubungan sosial antar warga Jinggan.

25 Juni 2010

Team Badminton Jinggan

Ditengah gegap gempita Piala Dunia 2009, minat terhadap olahraga lainnya tidak surut, seperti badminton atau bulutangkis. Di Jinggan ada klub Badminton yang di awaki oleh P. Minhad, P. Tarom, P. Sogi dan P. SUratno.
Mereka berlatih rutin setiap malam jum,at dari jam 07.00 - 12.00 WIB di Balai Kelurahan Kebonsari ( Shaba Mandala Krida). Dengan modal iuran Rp. 20.000 per orang untuk sewa gedung Rp. 15.000 perbulan dan beli shutlecok yang permalam habis 2-5 biji.
Untuk meningkatkan kwalitas bermain, klub ini sering tanding dengan klub lain, baik yang sama - sama pengguna Balai Kelurahan maupun dari tempat latihan lain seperti Bali kelurahan Manding, Butuh , Jamprejo dll. Kalau pas latihan kurang pemain , kadang kadang jadi satu dengan klub Dusun Kampir Danupayan.
Bagi yang mau latihan bareng atau tanding persahabatan , klub jinggan siap selalu.

19 Mei 2010

Jadwal Piala Dunia 2010

Untuk warga Jinggan yang gemar sepak bola, silahkan jadwal ini dijadikan panduan, semoga menambah asyik nonton World Cup 2010.

14 Mei 2010

Demo Petani Tembakau Temanggung

PAda hari Sabtu, 8 Mei 2010 , di Alun - alun Temanggung dilaksanakan Istiqosah Qubro, dalam rangka menolak Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Produk tembakau sebagai zat aditif kesehatan, yang berimplikasi pada larangan merokok secara formal. Perjuangan petani tembakau tidak hanya sekali ini tetapi sudah sejak tahun 1999, jaman Presiden BJ. Habibie tentang PP 82 yang mengatur kadar nikotin rokok yang ber akibat tidak bisa diproduksi dan dikonsumsinya rokok kretek, yang memaksa beralih ke rokok putih. Tetapi PP 82 ini kemudian di cabut. Dari semua peraturan pemerintah yang ditolak petani tembakau dikarenakan dikhawatirkan hasil tembakau dari petani tembakau tidak laku untuk dijual, karena tembakau sudah menjadi budaya dan kekuatan ekonomi di Temanggung.
Istiqosah di Alun-alun di ikuti oleh puluhan ribu pateni tembakau , mulai dari lereng G. SUmbing yang meliputi kec. Selopampang, Tembarak, Tlogomulyo, Bulu dan Parakan, petani lereng Sindoro yang meliputi Kec. Kledung, Bansari , Ngadirejo dan Candiroto serta lereng G. Perahu yang meliputi Kec. Wonoboyo dan Tretep.
Dalam aksinya para petani mmenggunakan gunungan, bucu dan tumpeng berupa hasil bumi. Tokoh ulama yang mengikuti acara tersebut antara lain KH. Nasocha Utsman, KH. Cholil As'ary, Ketua MUI KH. Yakub Mubarok dll. Yang memberi taushiyah adalah Sastro al Ngatawi dari Jakarta.

Video kegiatan dapat di Klik disini

07 Mei 2010

Pak Yul, Muadzin adalan Masjid Jinggan

Di Jinggan hampir setiap hari akan terdengar kumandang adzan dari masjid Jinggan, dan yang paling sering terdengan adalah suara dari P. Yul, baik subuh sampai magrib. Sedangkan lain yang sering menggatikannya adalah P. Mijan. Mas Daryanto, dan P. Minhad.

Karena letak rumahnya yang dekat dengan masjid dan dengan tekad untuk menggantikan posisi Bp. Sugino yang telah meninggal sebagai muadzin, P. Yul berusaha untuk tetap mengumandangkan adzan tepat waktu, walu agak molor sedikit tidak apa - apa. Yang penting semangat dan niatnya.
Kalau mau lihat video klip P. Yul adzan bisa klik disini .