Tampilkan postingan dengan label Jalan - Jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jalan - Jalan. Tampilkan semua postingan

04 Juli 2012

Wisata Alam Posong Temanggung

Sejak tahun 2010 sudah ramai dibicarakan tentang obyek wisata yang baru di Temanggung, yaitu wisata alam Posong yang berada di Desa Tlahab Kecamatan Kledung Temanggung. Wilayah Posong ini merupakan areal di sekitar lahan pertanian penduduk di lereng Gunung Sindoro. Walaupun secara kelompok sendiri sendiri sudah sejak tahun 2007 banyak rombongan datang dari luar kota yaitu dari Jogja, Bandung, Semarang dan lainnya. Tetapi baru dikelola secara serius mulai dari perencanaan sampai persiapan tempat sejak tahun 2010 oleh masyarakat Desa Tlahab yang di motori oleh Pecinta Alam Jogokerso dan Dinas Pariwisata Kabupaten Temanggung. Untuk menuju lokasi dari kota Parakan sekitar 6 km kearah Kledung (Wonosobo) menuju Desa Tlahab. Dari pinggir jalan Parakan – Wonosobo sampai lokasi berjarak 3,5 km melalui jalan trashah yang hanya cukup untuk 1 mobil.
 Pemandangan kearah timur dengan banyak gunung
Wisata Alam Posong menawarkan pemandangan alam yang indah, yaitu panorama alam yang bisa memandang 6 gunung yaitu G. Sindoro, G. Sumbing, G. Merapi, G. Merbabu, G. Andong dan G. Ungaran. Jika pagi hari nan cerah dapat melihat matahari terbit (sunrise) yang muncul diantara gunung-gunung tersebut. Juga lokasi yang ditengah hamparan lahan pertanian tanpa ada rumah penduduk, sehingga suasananya begitu menyatu dengan alam. Jika akan mendaki G. Sindoro hanya membutuhkan waktu kira-kira 3 jam. Dilokasi ini sudah disiapkan 3 buah pavilion yang luas dengan pemandangan yang menarik, WC dan mushola serta warung kopi dengan menu kopi tubruk dan mendoang / tempe goreng yang dikelola oleh Zuniyanto dari Pecinta Alam Jogokerso. Untuk masuk ke tempat wisata ini hanya dikenai kontribusi Rp. 2.000,- perorang dan Rp. 1.000,- untuk parkir sepeda motor. Selama musim libur ini pengunjung sudah banyak, untuk bulan Juni 2012 bisa mencapai 2.500 pengunjung.
 Disiapkan anjungan/gazebo untuk pengunjung
Menurut Zuniyanto dari Pecinta Alam Jogokerso yang juga pengelola obyek wisata Posong, kata Posong berasal dari kata Pos sing kosong (Pos yang sudah kosong), yaitu bagian dari epic / cerita perang Pangeran Diponegoro dengan Belanda. Ketika pasukan P. Diponegoro sudah terdesak di Magelang dan Temanggung, banyak tentara yang mendirikan pos gerilya di lereng gunung. Salah satunya mendirikan pos di lereng G. Sindoro diatas Desa Tlahab. Karena pos ini sangat penting, maka Belanda dan pasukannya merencanakan untuk menyerang pos yang berada di atas di Desa Tlahab. Ketika pasukan Belanda sudah menyerang dan mengepung pos tersebut ternyata pos sudah ditinggalkan oleh tentara P. Diponegoro dan pasukan Belanda hanya menjumpai pos yang kosong, maka jadilah nama tempat tersebut Posong.
Selain menawarkan pemandangan yang menawan, Pecinta Alam Jogokerso menawarkan paket wisata yang menarik antara lain bermalam di Posong dengan sarapan ala Tlahab dengan Nasi Jagung, outbond di hutan Perhutani (300 m diatas Posong) dengan 6 permainan, mulai dari turun tebing, flaying fox, jembatan Aldewis dan permainan menarik lainnya yang dikanai tariff Rp. 10.000,- perorang per permainan. Yang tidak kalah serunya adalah paket budaya, dengan menampilkan kesenian Kuda Lumping dan Lengger selama 2 jam, dimana peserta bisa aktif ikut menari atau bermain alat music. Untuk paket budaya ini dikenakan tarif Rp. 1.500.000,-. Jika berminat hubungi Sdr. Zuniyanto (081 392 973 130).

 Aktifitas disekitar lokasi
 Gunung Sindoro
 Warung kopi Jogorekso
 Pemandangan hamparan tanaman tembakau
 Jalan menuju anjungan atas
 G. SUmbing dan tembakau
 
 Jalan menuju area outbond
 

13 April 2011

Pasar Entho Parakan

Makanan rakyat yang murah, mudah dan mengenyangkan, entho
Variasi dari entho, entho cothot yang siap untuk di goreng
Entho dalam wacana orang Temanggung, berarti salah satu jenis makanan untuk pacitan (snack) yang bersal dari singkong. SIngkong yang di kupas direbus hingga matang dan lunak, kemudian di tumbuk , biasanya dengan alu hingga agak lembut., trus di kepal atau dibuat bulatan - bulatan sebesar kepalan tangan. Makanan ini disebut Entho yang dominan warna putih (tanpa zat pewarna). dalam perkembangannya ada beberapa variasi menjadi entho cothot yang digoreng dan didalamnya diberi gula, ada entho yang diberi warna coklat, ditambah gula aren.
Jembatan Galeh ParakanSuasan parkiran yang ramai dan sempit
suasana pasar di kiri kanan gang
Di Kota Parakan ada pasar yang di sebut Pasar Entho, konon pasar inibanyak menjual berbagai macam pacitan/snack, tetapi jaman dulu yang mendominasi adalah entho, karena memang makanan rakyat mudah dan murah serta mengenyangkan sehingga pasar tersebut di namai pasar Entho.Lokasinya kalau dari arah kota Temanggung, setelah jembatan Galeh maju 100 m sampai tugu di pertigaan dan ke arah kanan (kearah wonosobo) 50 m kanan jalan, berupa gang kecil yang panjang ke utara. Pasar ini merupakan pasar tradisional yang bertempat di kiri kanan gang, jadi tidak ada los pasar atau kios.

Lauk dan sayuran yang siap makan
Aneka makanan tradisional dari tahu
Makanan masa kini, pizza dan hamburger juga tersedia
Lokasi diteras rumah pun jadi
Aneka macam kue lapis

Ketan kincau dan lopis
Onde - onde
Lopis kincau
Laris manis, dari muda sampai tua
Ayam mentah juga ada
Nasi Jagung dan sego megono
Tempe goreng, fresh from wajan



Aneka snack, Komplit !!
Nasi merah, dan nasi jagung serta lauk pauknya
Sayur yang masih segar
Buah - buahan yang segar, ready stock
Dawet gula jawa asli, segaaaar !!
SIngkong dan hasil pertanian lainnya.

Di Pasar Entho banyak dijajakan aneka makanan kecil dari yang tradisonal berbahan baku ketela dan ketan samapai yang modern berupa kue dan roti ( pizza, hamburger, dll). Juga dijajakan dawet gula jawa, lauk dan sayuran siap makan, sampai sayuran yang masih segar. Dibuka dari jam 06.00 sampai 10.00 pagi. Biasanya pada hari minggu dan hari libur sangat ramai, karena bersamaan dengan warga yang pulang dari misa pagi dan kuliah subuh.
Krupuk jadul dan brondongIkan laut segar

28 September 2010

Rasanya Lebaran di Luar Jinggan

Foto didepan Rumah Fany. Komplit
Untuk lebaran tahun 2010 ini merasakan lebaran tidak di kampung halaman di Jinggan, tetapi di tempat Fany Purwakarta Jawa Barat. Datng di Purwakarta H-2 dengan bus malam OBL.
Sangat beda rasanya ketika waktu pas Lebaran, setelah solat ID tidak ada acara sungkeman antar tetangga atau ujung -ujungan, selesai begitu saja. Sehingga kita buat acara sendiri, pas hari pertama silaturrahmi ke Mertua Fani di kota Purwakarta, hari kedua pergi ke Taman Mini Indonesia Indah Jakarta, hari ke tiga pergi ke Bandung.
Dan ini hasilnya :
Bersama keluarga P. Maman Sukasari Purwakarta (Meertua Fanny)

Lagi nyewa lesehan untuk Makan siang di TMII
Foto dianjungan SUmatera Barat

Foto dengan badut (tidak gratis lhoo...)

Makan siang di bundaran air mancur TMII
Mencoba bubur Bandung asli, Depan Pasar baru Bandung
Belanja di Pasar Baru Bandung

Makan siang di RM. Ampera Bandung

Didalam RM. Ampera
Didepan Stasiun KA Bandung, mau pulang ke Purwakarta

Sekali kali kayak orang mau mudik. Nunggu kereta.


Capeeeeek kalau nunggu. Di Stasiun KA Bandung

Naik kereta Argo Paharyangan Bandung