Dengan memanfaatkan lahan dipekarangan rumah, Teguh Imam Pracoyo yang berdomisili di Rt. 02 Jinggan memelihara itik potong , dengan usia 40 hari dengan harga jual 18.000-20.000 perekor. Kandang dengan kapasitas 200 ekor dimanfaatkan betul untuk mendapat manfaat ekonomi. Pakan itik dengan menggunakan pakan kombinasi antara beli pelet dan makan racikan sendiri yang terdiri dari jagung , bekatul dan campuran organik lainnya. Jika dalam perhitungan nantinya betul betul biusa diandalkan, maka akan di perluas dengan menyewa lahan utnuk kandang dengan kapasitas yang lebih besar. Untuk pemasaran tidak masalah karena dari Kebonsari sudah ada yang siap menjual, tinggal mengusahakan itik tetap sehat dan cepat bertambah berat badan. Ada saran ????
Jinggan merupakan salah satu Kampung diKelurahan Kebonsari Temanggung. Blog ini didedikasikan untuk masyarakat Jinggan (J-Gunner) yang berada di luar kampung untuk saling ber kabar - kabari.
Tampilkan postingan dengan label Wiraswasta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wiraswasta. Tampilkan semua postingan
27 November 2012
25 Januari 2010
Kelompok Tani Ternak yang berusaha untuk meraih Kesejahteraan
Di Rw. 05 Jinggan telah berdiri kelompok Tani Ternak yang yang diberi nama "Guyup Rukun " , yang berkonsentrasi pada pengembangan peternakan sapi. Diharapkan dengan berdirinya kelompok Tani ternak ini ada penghasilan tambahan untuk kesejahteraan keluarga dan tabungan untuk biaya sekolah anak-anak.
Kelompok ini beranggotakan Asmuni, Yuliyanto, SUdaryanto, Aryadi, Sunarto, Setyowidodo dll. Untuk memajukan kegiatannya kelompok ini telah mengajukan kredit ternak di BRI Cabang Temanggung untuk pebuatan kandang dan pembelian ternak uttuk penggemukan (sapi). Awal Januari 2010 kredit ternak telah cair untuk 5 orang, masing - masing Rp. 25.000.000,- dengan alokasi Rp. 5 juta untuk pembuatan kandang dan 20 juta untuk pembelian bibit sapi (bakalan ) sebanyak 3 ekor Tenggang waktu pengembalian 3 tahun, dengan cara 6 bulan pertama membayar bunga kira - kira Rp. 750.000, dan 6 bulan berikutnya mengangsur pokok pinjaman kira - kira Rp. 7 juta. Dari perhitungan ini menurut Aryadi masih menguntungkan, dan diharapjan pada akhir pelunasan tiap anggota bisa mempunya 2 ekor sapi bakalan milik sindiri.Sekarang sudah pada tahap pembuatan kandang dan ada sebagain yang sudah membeli utuk bakalan.
Lokasi kandang menggunakan kandang kelompok (komunal) yang disediakan oleh Pihak Kelurahan kebonsari di sebelah timur lapangan sepak bola "Randu Tunggal" Kebonsari, yang di petak petak ukuran 3 x 4 m sebanyak 30 petak.
Semoga dengan langkah yang maju dan inspiratif ini Kelompok Tani Ternak Guyup Rukun bisa ikut membantu mensejahterakan anggotanya.24 Januari 2010
Pengusaha Ulet dari Jinggan, Ternak Ayam
Sudah digeluti 8 tahun, Asmaro Budi Utomo atau sering dikenal dengan sebutan Mas Kelik, menggeluti usaha ternak ayam boiler. Ternak ayam ini dilakukan dengan cara kemitraan dengan CV. Poktan.
Kandang ayamnya terletak di desa Joho ,100 m ke barat dari perempatan Mbalong, pinggir jalan besar perintis kemerdekaan. Ternak ayam yang digelutinya dengan kandang model panggung, berkapasitas 4.500 ekor ayam yang dibantu oleh 1 orang pekerja akandang (anak kandang).
Karena sudah cukup berpengalaman dalam bidangnya, tingkat kematian ayam dari DOC (anak ayam) sampai panen hanya 3 %, masih dibawah batas normal (5 %). Permasalahan yang sering dihadapi adalah perubahan cuaca yang cukup ekstrem akhir - akhir ini, siang panas menyengat, sore sampai malam hujan deras. Sehingga perlakuan terhadap ayam harus ektra hati-hati dan cermat.
Juga masalah harga yang ditetapkan oleh mitra dengan kisaran 8.000 - 9.000/ kg, padahal di pasaran mencapai 14.000 - 16.000 /kg. Satu ekor ayam yang dipelihara 35 -40 hari dalam keadaan normal di panen dengan berat 1,5 - 1,8 kg. Sebagai penghasilan tambahan, kotoran ayam yang sering disebut CM, dijual sendiri dengan harga Rp. 250.000 pada saat lewat musim tanam, Rp. 350.000 pada saat petani tembakau atau kentang persiapan tanam.Bagi yang mau mengembangkan usaha , boleh hubungi Mas Kelik. SUkses selalu !!!!!!
Pengusaha Ulet dari Jinggan, Traktor Sawah
Namanya Sudaryanto, atau sering disebut Mas To. Berdomosili di Rt. 02 Rw.05 Jinggan. Menjabat sebagai Ketua Panitia Kematian RW. 05 Jinggan. Beristrikan mBak Har dengan 3 orang anak. Sudah lima tahun lebih menekuni usaha jasa pengolahan tanah/sawah dengan traktor melayani masyarakat petani Jinggan dan sekitarnya..jpg)
Sehari untuk pengolahan swah dari membajak samapai buat lerleran siap tanam padi dibatasi cuma 4 kesuk ( 0.5 Ha), dengan alasan untuk mengefisiankan traktor agar tidak cepat rusak. Satu kesuk Mas To memasang tarif Rp. 60,000,- ditambah bonus makan siang disawah.Dari pendapatan tersebut dipotong untuk beli solar dan tabungan untuk suku cadang traktor. Semua dilakukan sendiri.
Tidak hanya traktor yang Mas To punya, dulu pernah membuat home industri penggorengan ceriping ketela , tetapi sekarang berhenti. Untuk memantapkan perekonomian keluarga Mas To mempunya usaha penggemukan sapi. Sekarang punya 2 ekor sapi dewasa dan 1 ekor anakan. untuk merumput dibantu istri dan anaknya, Zaki.
Selain sapi , Mas To punya 24 ekor itik petelur yang dapat menambah penghasilan, Ternaknya di kandangkan di sebelah timur lapangan sepak bola Kebonsari, berdekatan dengan komplek kandang komunal Kelompok Tani Ternak Guyub Rukun Jinggan. Jadi usaha dan uapaya Mas To untuk mengembangkan diri patut kita ajungi jempol.Siiiiiiiiiiiiiiiiip banget.
08 Januari 2010
Pengusaha Ulet dari Jinggan, Sambel Kacang
Sudah 7 tahun Ibu Tukinah membuat dan menjual Sambel kacang dan Brambang Goreng ( Bawang Merah di goreng ). Berdomisili di Rt. 01/05 Jinggan Ibu Tukinah sudah mempunya tenaga 6 orang untuk membantu usahanya.
.jpg)
.jpg)
Produk yang dihasilkan adalah Sambel Kacang atau sambel pecel yang biasa digunakan untuk membuat sayur pecel, dengan bahan baku kacang tanah. Sehari Ibu Tukinah bisa menghasilkan 30 kg sambel pecel dan 25 kg bawang merah goreng. Produk di kemas dalam plastik ukuran 50 gr.untuk sambel pecel eceran Rp. 1.000.
Untuk membuat sambel pecel, kacang tanah, cabai, bawang merah, bawang putih di goreng sendiri - sendiri.
Kemudian dihaluskan di "lumpang" dengan dicampur gula merah. Peralatan yang digunakan masih tradisional tetapi kebersihan selalu dijaga.
Harga 1 kg sambel pecel Rp. 20.000, sedang Bawang Merah goreng Rp. 40.000 per kg. Biasanya oleh Ibu Tukinah produk dijual sendiri di Pasar Kliwon Temanggung dari jam 06.00 - 10.00 WIB.
Kalau mau pesen bisa lewat telp. 0293 557 3954, soo yang pasti resep asli , bahan asli ,rasanya pasti mantabbbbbbbb.
Untuk membuat sambel pecel, kacang tanah, cabai, bawang merah, bawang putih di goreng sendiri - sendiri.
Kemudian dihaluskan di "lumpang" dengan dicampur gula merah. Peralatan yang digunakan masih tradisional tetapi kebersihan selalu dijaga.
Harga 1 kg sambel pecel Rp. 20.000, sedang Bawang Merah goreng Rp. 40.000 per kg. Biasanya oleh Ibu Tukinah produk dijual sendiri di Pasar Kliwon Temanggung dari jam 06.00 - 10.00 WIB.Kalau mau pesen bisa lewat telp. 0293 557 3954, soo yang pasti resep asli , bahan asli ,rasanya pasti mantabbbbbbbb.
28 Juli 2009
Wira Usaha Jinggan yang Sukses


Di Jinggan ada produk makanan kecil yang lagi laris , yaitu Cis Stik produk home industri dari Bp. Sugiyarto, suami mBak Narni di Rt 01/05. Produk ini di beri label " Aku Suka " sudah merambah se antero temanggung dengan berbagai kemasan dan harga terjangkau Cistik ini cocok untuk oleh - oleh keluar kota. Bp. sugiyarto sudah merintis usahanya lebih dari 5 tahun dan sekarang sudah punya 10 karyawan.
Langganan:
Postingan (Atom)