"Kemarau yang tidak datang" , ini bukan judul puisi atau lagu, benar benar pertanyaan dari kebayakan petani di Temanggung. Karena sekarang bulan September yang menurut pranoto mangsa jawa (kalender musim menurut perhitungan Jawa), seharusnya sekarang sudah kemarau dengan hujan yang sangat sedikit. Tetapi kenyataanya bulan September ini hujan begitu lebat dengan petir yang menggelegar dan datang dengan cepat. dan menyebabkan banjir Musim seperti ini biasanya terjadi pada bulan Januari - Maret.
Hujan lebat dan petir yang sering muncul di bulan September 2010
Akibatnya debit air akan banyak dan banjirPara petani tidak meributkan kata para pakar tentang perubahan iklim, anomali cuaca, pemanasan global dan bla bla bla. Mereka hanya berkepentingan kalau musim kemarau datang, maka diperkirakan hasil pertanian tembakau akan bagus.
Awan yang bergulung gulung , siap hujanKarena hujan terus menerus maka petani akan rugi antara lain :
1. Tanaman tembakau di sawah banyak yang mati, atau pertumbuhannya tidak bagus.
Tembakau milik P. Midi di sawah Sekrasak Jinggan
Lahan Tembakau di sawah Wetan omah Jinggan
Tembakau yang hidup tetapi rusak di sawah kontrakan bengkok wetan Gudang
2. Kalau tembakau dirajang dan tidak mendapat sinar matahari, maka mutunya akan sangat jelek bahkan tidak laku karena berwarna hitam,
Lelah jemur tembakau yang tidak kering di Lap. Kebonsari.
3. Kalau kering, maka greade/totol/tingkatan mutunya akan turun dari totol E bisa jadi totol B atau C , sehingga harga akan jatuh dari harga Rp. 55.000 - 70.000 / kg menjadi Rp. 20.000 - 30.00 / kg.
Warna tembakau yang agak gelap karena kurang sinar matahari4. Rendemen basah ke kering menjadi sangat jauh, biasanya kalau ngrajang 300 kg jadi tembakau kering dengan berat kotor 50-60 kg, tetapi sekarang cuma 35-40 kg.
Semoga pepatah badai pasti berlalu akan segera terwujud.
Tembakau di sawah kulon omah